JKL Group Cari Dana Penambangan Bitcoin US$50 Juta

JKL Group, perusahaan manajemen aset yang berpusat di Hong Kong, sedang berniat untuk memperbesar bisnis penambangan Bitcoin dalam waktu yang dekat. Mereka memilih langkah ini setelah melihat kesuksesan operasional penambangan Bitcoin (BTC) di Amerika Serikat (AS).

Untuk mewujudkan impian mereka, JKL Group akan mengumpulkan dana hingga US$50 juta untuk mempercepat akselerasi bisnis di sektor yang sedang goyah ini. Perusahaan mereka sepertinya sedang menggunakan situasi pasar yang lesu dan lemahnya harga Bitcoin untuk mendorong kinerjadi ke depan. Spekulasi tersebut datang karena ketika banyaknya penambang kripto yang memilih menahan diri untuk melakukan ekspansi, JKL Group malah ingin gencar melakukannya.

Pihak JKL Group mengatakan bahwa penggalangan dana yang sedang mereka cari sebagian berasal dari family office, HNWI, dan investor institusi yang aktif di sektor aset digital. “Pada saat yang sama, JKL Group telah melihat adanya peningkatan minat dari klien perusahaan untuk bisnis penambangan Bitcoin sebagai langkah mendiversifikasi eksposur terhadap aset digital,” ucap manajemen JKL Group.

Lin Cheung, selaku Chief Executive Officer (CEO) JKL Group, menjelaskan bahwa kurang lebih US$40 dari dana infrastruktur pertambangan Bitcoin (BTC) akan dihasilkan dari investor eksternal. Lalu sisanya, yaitu US$10 juta akan berasal dari kas pribadi JKL Capital. “strategi dana investasi ini termasuk untuk akuisisi mesin penambangan Bitcoin dengan harga pasar saat ini dan penyebaran bisnis penambangan lewat jaringan JKL Mining,” terang Lin Cheung.

Dia juga menambahkan bahwa penambagnan aset virtual memiliki peluang terbaik bagi investor untuk mendiversifikasi dan mendapatkan eksposur ‘beta’ ke ruang kripto. Sederhananya, JKL Group meyakini penambangan Bitcoin mampu memberikan arus kas masa depan yang stabis, sesuai dengan algoritma blockchain. Namun, sebenarnya kelangsungan bisnis penambangan Bitcoin akan bergantung dengan harga peralatan, tarif listrik, output aset digital, dan harga kripto Bitcoin yang ditambang.

JKL Group Baru Mulai Menambang Kripto pada 2021

JKL Group bisa dibilang ‘anak bawang’ dalam bisnis penambangan aset virtual. Hal itu karena JKL Mining baru dimulai pada tahun 2021. Sampai saat ini, kapasitas penambangan kritpto yang dimiliki oleh perusahan tersebut mencapai daya 35 Mega watt (MW) dan diestimasikan pada kuartal I/2023 bisa mendapatkan tambahan lebih dari 230 MW.

Ada beberapa perusahaan selain JKL yang memiliki minat yang sama untuk mengembangkan perusahaan penambangan kripto seperti Binance. crypto exchange terbesar di dunia ini baru saja merilis layanan pinjaman senilai US$500 juta untuk mendukung penambangan kripto yang terkena dinginnya crypto winter.

Fasilitas pinjaman itu adalah layanan pinjaman jangka pendek dengan tenor maksimal 24 bulan dengan tingkat suku bunga 5% sampai 10%. Pinjaman itu ditujukan bagi perusahaan penambang Bitcoin publik maupun swasta, dan juga perusahaan infrastruktur aset digital yang ada di seluruh dunia.